Bagian kedua film Kill Bill meneruskan perjalanan hidup Beatrix Kiddo yang menuntut balas seorang diri. Setidaknya ketika ia menghadapi Vernita Green dan O-Ren Ishi. Ia hanya dibantu oleh Hatori Hanzo, pandai besi yang memberinya katana terbaik yang pernah dibuat. Dan pada volume kedua seri Kill Bill ini, ia mendatangi tempat kediaman Budd yang bekerja sebagai tukang pukul club malam My Oh My Club, Totally Nude Girls.

Dalam volume kedua seri Kill Bill ini, kita melihat setidaknya 10 scene film. Yang pertama adalah kilas balik tentang pembantaian yang terjadi di El Paso dimana Bill menemukan Bea, sapaan  dari Elle Driver untuk Beatrix Kiddo alias Black Mamba yang tengah mempersiapkan perkawinan dengan Tommy Plympton. Ia bertanya kepada Bill, bagaimana ia bisa menemukannya? Bill menjawab, I’m a man.

Dalam kilas balik berdurasi 13 menit ini, kita mengetahui lebih jelas konstruksi konflik yang dikembangkan dalam cerita Kill Bill yaitu suatu konflik dalam satu kelompok pembunuh bayaran dimana kehamilan Beatrix Kiddo membuat hubungan antara dua kekasih menjadi hubungan permusuhan tanpa belas kasih.  Protagonist yang memutuskan untuk keluar dari squad pembunuh bayaran harus menerima hukuman mati dari pimpinan, meskipun ia mengandung anak dari Bill. Sutradara film menyusun satu scene ketika Bill menemukan Bea dalam suatu bentuk dialog yang biasa-biasa saja, tanpa kecemasan dan kemarahan namun diakhiri dengan suatu bentuk pembantaian yang tidak ditampakkan.

 

Meskipun tidak ditampakkan, momentum pembantaian protagonist ini dipandang penting sebagai entri point dimulainya cerita volume kedua Kill Bill ini. Scene kedua menunjukan respon Bill yang mengunjungi adiknya, Budd, tentang kemungkinan Budd kalah dalam pertarungan kecuali ia membuka diri bagi bantuan yang dapat diberikan Bill. Tampaknya Budd menolak bantuan itu dan ia lebih memilih menunggu Black Mamba datang.

Skenario pertarungan satu melawan satu dipilih sutradara film yang memungkinkan alur cerita berjalan mulus dan personal. Akan tetapi satu scene dibuat sebagai gambaran bagaimana kehidupan Budd di gurun El Paso sekarang. Ia datang 10 menit terlambat dari waktu kerja. Atasan Budd memberhentikannya dari pekerjaan dan menyatakan secara terang-terangan kebenciannya pada topi koboi putih yang seharusnya tidak ia pakai ketempat kerja.

Ketika Budd kembali, Beatrix Kiddo telah menunggunya tapi perkelahian tidak berlangsung lama karena Budd menembakan peluru garam yang melumpuhkan, tidak mematikan. Budd menghubungi Elle Driver, untuk satu transaksi jual beli pedang Hatori Hanzo dengan harga jutaan dollar. Elle sangat menginginkan pedang itu dan ia akan segera datang dengan setumpuk uang. Elle berpesan agar Budd membuat Beatrix Kiddo sangat menderita dan Budd memutuskan untuk menguburnya hidup-hidup.

Ketika sang protagonis yang sangat malang itu dikubur dalam peti mati, dalam perspektif logis, film ini berakhir karena Beatrix Kiddo, the lonely shapperd, benar benar sendirian ketika menuntut balas. Tidak ada satu orangpun dihadirkan sebagai penolong dalam aksinya. Untuk membuat sang protagonis ini mampu melakukan yang ia inginkan, kita disuguhi satu flash back ketika Bill mengisahkan satu cerita tentang pendekar Lotus Putih, pemilik Teknik Tapak Lima Langkah Menghancurkan Jantung. Kiddo bertanya apakah Pai Mei mengajarkannya kepada Bill? Tidak, jawab Bill.

Scene berikutnya adalah kilas balik ketika Beatrix Kiddo menjalani pengajaran kejam dari Pai Mei. Suatu ilustrasi yang indah tentang bagaimana kanoragan dipelajari. Scene ini memiliki durasi cukup panjang, tidak kurang dari 19 menit. Melalui scene ini kita disuguhi argumentasi bahwa Black Mamba akan dapat lolos dari kubur dan melanjutkan rencana pembalasan dendam itu.

Upaya yang gagal ketika menghadapi Budd tidak mungkin gagal untuk kedua kalinya. Akan tetapi ia melihat Elle Driver menemui Budd dan pertanyaan muncul apakah Beatrix Kiddo akan mampu melawan dua tokoh sekaligus?

Quentin Tarantino memilih skenario unik dalam alur film ini. Alih-alih menampakan keunggulan kanoragan Black Mamba, julukan yang diberikan Bill kepada Beatrik Kiddo, sang sutradara memanfaatkan unsur keserakahan dan kerapuhan dari anggota Deadly Viper Assination Squad pimpinan Bill ini. Sebelumnya Bill pernah menilai bahwa tanpa bantuannya, Budd akan kalah menghadapi Baeatrix Kiddo namun ternyata Budd tewas dipatuk ular Black Mamba yang sangat beracun, pemberian dari California Mountain Snake, julukan Elle Driver.

 

Lalu satu hidangan perkelahian dua wanita mematikan selama tujuh menit dimulai dengan tendangan kaki Black Mamba di menit ke 63. Mengambil tempat dikediaman sempit mediang Budd yang telah tewas, gesekan fisik tampak hiruk pikuk dan saling membalas. Adegan perkelahian ini terlihat sangat keras namun mengambil moment sangat dramatis ketika Elle terjungkal berputus asa setelah kehilangan satu mata kirinya. Kedua matanya kini hilang, pembalasan dari Black Mamba yang tidak mematikan tetapi sangat menyakitkan.

Setelah menyaksikan sendiri apa yang terjadi pada Budd dan apa yang ia tinggalkan kepada Elle Driver, babak terakhir misi Beatrik Kiddo adalah bertemu dengan Bill untuk penyelesaian satu lagi urusan yang belum selesai. Untuk menemukan Bill, Bea mengetahui kepada siapa ia harus bertanya karena ia mengenal musuhnya. Bill dinarasikan mengkoleksi figur ayah yang tidak pernah ia miliki, dan yang pertama adalah Esteban Vihaio, pemilik pelacuran di Acuna, Mexiko selama 5o tahun.

Melalui dialog selama 6 menit, informasi keberadaan Bill telah diungkapkan. Bahkan Esteban akan memberi Bea sebuah peta. Mengapa Esteban begitu mudah memberikan informasi? Karena Bill menginginkannya. Lalu babak akhir film Kill Bill volume 2 pun dimulai.

 

Skenario akhir Kill Bill volume 2 berlangsung cukup lama, tidak kurang dari 36 menit. Bea menyelinap masuk kamar di Villa Quatro, dengan sepucuk pistol dan katana. Namun yang ia temukan sungguh mengejutkan. Bill ada disana dengan seorang anak perempuan bermain tembak-tembakan. Bang-bang, Kiddo pun harus berpura-pura mati. Setelah adegan ramah tamah selesai, Bill memaksa Bea untuk diam dengan menembakan serum di kaki, dan monologpun mengisi sampai keakhir snene dengan klimak Breatrix Kiddo menggunakan Teknik Tapak Lima Langkah Menghancurkan Jantung. Dan Beatrix Kiddo berakhir bahagia.